Showing posts with label brainstorm. Show all posts
Showing posts with label brainstorm. Show all posts

Friday, 4 October 2013

Hey Buddy...


Hey buddy, you grow up more than I know
We born in the same place and walk away each other
I could smile when you're laughing with the jokes
Then I cry when I know that we're just like the jerks

Hey buddy, you're growing too fast
Even I can't see your little teeth in that red lips
I said, you're my soul mate
We can share our half mate
But wait, maybe it's late

Now I am in the small room and I don't know where you are
Walking in the city, straightaway with the stone
Now I am in the small room and I don't know where you are
Playing with black costume and shouting like a clown,
And shouting like a clown

Hey buddy, is the wise man staring on the bridge
Or just a girl dancing under dim light when it's midnight?



"Little Red Producton"

Wednesday, 11 September 2013

Met you was awesome


When the way not follow my heart,
I feel cold in this midnite,
I didn't think you're my cryptonite,
Don't feel it so high

We have memories, thus we can't make it again
We have some moments on the street,
There were reasons we're laughing

Sometimes at night, I think you were my angel of those days
And you were the one who shook my hand to wave goodbye
Then all the things pass by
Met you was awesome,
Met you was awesome


Thursday, 11 July 2013

Think Pink!

Hi halloo...
Is it a little bit boring? I don't have any idea to do guys,
I'm just thinking about random things and, maybe I should take some pictures of my random stuff. Oh yeah, it just a little bit boring. But its ok, just see what I've got ;p

I like some little things with pink color on it, i think that pink gives 'sweet' sense and a gentle touch. That is needed by women, actually. Hehehe.
That sometimes I buy those things with soft pink, hot pink or magenta. even I don't take this option when I want to buy a new cloth. Rarely, I would pick the pink one for my shirt or new cloth. I only have few pink shirts. But for some little stuff like these, I'd like to. Yeah, I thought that a bit of woman's feeling which love something sweet and gentle. hehehe

My pink-cover hand phone
My little white-pink handphone
Shower cap, head craft and my little love pillow =3
My cute bear hair tie =3
Pink Book-stand =3
Kitty Pen, sharpener and hair clip =3
Pinky sticky notes =3

My cute pink headset =3

My cute water bottle and  tumbler
Hot Pink Kerchief =3
Cute Kitty home-sandals =3

My magic mirror =D

cute pink nail cutter =3

Sweet pink nail paint =3

My parfume and compact =3

Also, my shocking-pink lip tint and soft-pink lipstick =3


Thursday, 4 April 2013

(lagi pengen nulis) TENTANG CINTA (-cintaan)



Selamat Malam,
hati yang tegores2 karena bertahan for something worthy,
karena terbakar lirik lagunya Jason Mraz yang I Won't Give Up,
Yang masih penasaran sama teori2 yang sering dibullshitkan banyak orang.
Hmmm..... Gue coba narik nafas karena kelakuan orang2 tersayang yang bikin istighfar.
I love you, please be better soon.


Cinta itu harus ditunjukan, gak Cuma ngomong 'aku sayang kamu pastinya'.
Terus dirasain sendiri, terus cuek.
Terus ngomong sama teman: 'Gak tau aja dia itu aku gini gini gini, gak peka'.
Nah kalo dia gak tau ya kasih tau, kalo dia gak negrti ya jelaskan supaya dia ngerti.
Namanya hubungan itu ya berhubungan, bukan ngerasain usaha sendiri2 tanpa dishare.
Terus galau, terus curiga, terus nuntut, terus tau2  kebanyakan nuntut.
Tinggalin aja kalo gitu. Beteee

Terus lagi, cinta itu harus ditunjukan, artinya jelas: cinta dibuktikan melalui tindakan, perbuatan nyata.
Klasik tapi wajib, talk less do more kata iklan rokok.
Gue ngomong segini, gue nunjukin lebih dari ini B-)
Nah soal nunjukin cinta, pembuktian 'kamu cinta dia, dia cinta kamu'
yang tepat ditujukan ke pasangan masing-masing. Iya, kepasangan masing2, tepatnya.
Gak harus seluruh dunia per-social-network-an tau kamu sama pasangan kamu sweet in the hoy pas lagi saling flirting, terus bullying by words pas udah berantem
(seluruh isi kebun binatang diikutsertakan bersama kemesraan pasangan jenis ini)
*hela nafas*
Yaaa, kalo saya pribadi sih bukan aktor yang lagi main drama terus ceritanya ditontonin banyak orang.
Tapi mungkin ada tipe2 orang yang suka hubungannya diperhatikan seperti itu.
Orang2 yang suka show off kalo kata si dosen itu mah.
Iya kalo menginspirasi, konyol atau menghibur masih wajar lah.
kalo sampe bikin orang eneg karena dramatisasi berlebihan alias lebai gimana?
Tau ajakan yang termasuk itu yang gimana?
Yah, buatku cinta yang sebenarnya tidak harus jadi bahan komersialitas sosial media,
apalagi buat dicemooh gratisan.  Wehehehe  (Gak dibayar ces)

Dan lagi… soal jomblo gak jomblo.  Sebenarnya penting gak sih?
Contoh: Aku jomblo, karena gak ada adegan penembakkan kaya di film2 itu.
Tapi gak murni jomblo juga. Cuma ya gak pernah juga go public punya pacar.
Banyak juga mungkin orang2 diluar sana yang kaya gue.
Peduli apa soal  gak pacaran? Gak nambahin dosa, gak macam2, tetap dapat perhatian, ada aja yang ngajak jalan, banyak teman, dan yang paling penting, serius jadi lebih deket sama Tuhan.
Dikit2 ingat Tuhan, apa2 kangen Tuhan, makin berserah sama Tuhan.
Terus? Apa lagi? Cukup.

Kalo ditanya soal perasaan? Ya punya lah. Manusia kok.
Cuma kembali kebentuk ekpsresi masing2 orang yang beda2 pastinya.
Yang jelas, saya ngerasa punya hak bertahan untuk sesuatu yang berharga.
Dan kembali ke paragraf 1 dan 2, Cinta itu dibuktikan ke pasangan.
Ya kalo ditanya; jadi kamu gimana? Ya aku sayang sama seseorang pastinya.
Aku menunjukan itu ke dia. Dia pasangan saya.
Even in public opinion, he's not my boyfriend, We know we're couple.
And I believe that relationship, not always in form of 'in relationship'.
Ngerti? Gak? Yaudah. Gak perlu ngerti juga kok.

Nah terusss
Public opinion, others point of view…
Kamu jomblo? Kasiaaaan
Kamu gak ditembak2? Kasiaaaaan
Atau kamu sudah gak punya perasaan? Hahaha
Kasian ya kamu, miris ya, hahahaha

Terus? Aku harus tanggapin apa?

Kalo aku… Aku ngerasa masih dihargain sama seseorang itu cukup, diperlakukan lebih istimewa dari sekedar omongan2 kaya diatas itu.
Aku akan sangat appreciate, comfort, and care… itu feedback.
Dan apa yang aku perbuat buat dia, itu urusanku.
Aku... dengan siapapun seseorang disana, ketika aku bilang 'aku ngehargain hubungan ini',
itu gak sekedar jadi omongan, ada background kenapa dan ada action setelahnya.
Jadi yaaaa…. Cuma aku aja sama dia yang tau. Kalo dia tiba2 nyerah, cape, menghilang…
yasudah, berarti dia yang lemah, bukan aku.
Kalo ujung2nya gak bakal sama2 lagi, seenggaknya, jangan sampai aku yang nyakitin orang.
Itu aja.  Itu bentuk perasaanku.

Dan untuk para lelaki dengan segala perintangnya, tetaplah jadi pejuang untuk hal yang kalian anggap worthy, karena perempuan diciptakan sebagai pendamping, yang menemani kalian untuk itu.
Untuk para perempuan, yang dianggap worthy buat para lelaki, kamu harus punya keyakinan pribadi, saat memutuskan untuk memilih menemani seorang laki-laki untuk berjuang.
Gak perlu diyakinkan pake omongan terus menerus, tapi bantulah dia membuktikan perjuangannya. Perempuan itu harus kuat, berani korban perasaan, berani diajak struggle.
Dengan begitu soal keyakinan gak pake tangkis lagi.

Nah, ini baru ingat… aku pernah bilang, tiap orang punya rasa sakitnya masing2 yang bakal jadi antibody kalo ntar dia bakal kena penyakit yang hampir sama.
Maksudnya,  untuk orang2 yang bukan pertama kalinya menjalin hubungan percintaan (halah) dan dipastikan kandas, karena sekarang sudah berganti cerita, entah kedua, ketiga, keempat atau seterusnya  (in context it is seriously), pasti tau, alasan2 kenapa hubungan mereka gak langgeng sampe hari ini dan harus berpindah ke lain hati.
Alasan2 itu, pengalaman2 itu, perasan2 itu, tindakan2 itu, itu rasa sakit yang jadi antibody buat proses yang sekarang. 
Antibody itu mencegah penyakit yang sama terjadi. Jadi, belajarlah dari pengalaman, jangan rasakan sakit yang sama. Ntar bisa depresi. Caranya? Tingkatkan kemampuan system imun. 
Mind set, action, treatment yang lemah itu harus berubah. Sayangi diri sendiri dulu, supaya bisa sayang sama orang. Antisipasi jangan sampe gagal lagi. Simplenya juga: Safety First!

Udah. Buat yang jomblo, gausah depresi.  Pada akhirnya, entah dengan siapa, kita hanya akan menikah dan pastinya semua kembali kepada-Nya. Ya kan?

Segitu dulu, makasih udah mau baca, ego-ku yang mungkin nyenggol ego-mu. Konbanwa ;)


Friday, 22 February 2013

It's about Move 'fuckin' On




Why people always related this words with 'find somebody else'?
I just mean, move on is not always to replace someone that you ever really loved with someone else.
Why people always want to forget her or him? Why they're still blame her boyfriend, his girl friend?
Even he or she keep on blaming himself, herself.
They want to turn it on and get fantasy. Yeah, that's eventually happened.

You know, X... is someone, who ever been the sweetest thing in your life. He was so nice, she was so beautiful, in the real act.
Why don't you just put her or him in that place? Still in her or his position.
Remember, someone that you ever loved is not a 'wrong thing'
I mean, that 'sweet', that 'human being'.
Don't try to search for 'wrong thing' because that 'suck' and you can blame everything.

First, U have to forgive yourself.
Sometimes, there are things that we loved but then we left it.
There are things that we never liked to, but then we try to do it.


Move on is not totally easy. 'Classic' words which all of us know it.
That also doesn't mean you need to forget everything you've did in the short time.
The nicest… will not disappear in the short time, even for long, even forever.

What you need is… just put it on 'the right place'
Then you need to take a step, steps, run, jump, dancing, and moving on…
Do something better than thinking about 'heart' many times a day.
Do something worthy.  Do something nice for your self.
Do something else, make yourself being busy, moving on.
That's what I mean.

Cos many people out there who really care about us. They love us.
They care, they support us. Why we're so arrogant to deny that?
Why we keep on crying? Even they're trying to make me laugh?
They count on you. You are worth.
Appreciating is better, right? That's what you didn't get from your past.
Why don't you just try to get it with another form?

Don't try to use somebody else to make you play in 'fake love'
Don't play with feeling in a 'short time' when your mind is still for your X.
Yeah, I know, feeling is something that we cannot confined. But of course, we can control it.
That's what I mean, move on. Cos your mind, your body, is totally yours.
You can make it up in a good way.

Then… why I guess You need to move on?
Cos there's no one who want to looked like 'a pathetic'
When you've become worse than 'boring'...
That suck, right?

So, I pray for you, everyone,
who still in sadness, sorrow… who almost being pathetic…
I hope you get better, not in a very long time.
Move on, and dancing with the world.
:)


Sunday, 20 January 2013

Dedicated to Students in Campus

Mahasiswa...
jadi mahasiswa itu nano2, banyak cerita, banyak ekspresi, banyak senang, tapi juga banyak susahnya.
Mahasiswa... ada-ada aja. Udah. liat aja

Ketika benar2 buntu, bete, bosan, cape sama semua hal ke-mahasiswa-an, rasanya pengen punya boneka duplikat kayak di kartun 'P-Man' tinggal pencet hidung bulat berwarna merah itu daaan.. jeng jeng! another you will be smarter and powerful to do suck things haha! Yah, tapi itu hanya imajinasi random untuk menghibur jiwa-jiwa mahasiswa yang lelah ;p


<<  Dan inilah visualisasi ekspresi pikiran mumet menjelimet yang kemudian buntu karena tugas atau kegiatan yang datang rapelan (contohnya? malas nyebutin) -___-" saat pikiran, perasaan, fisik, tenaga, waktu dan uang menyatu dalam usaha dan doa *ngak!* *tecekek*










Kemudian.... datanglah malaikat yang berbisik pada jiwa-jiwa yang telah lelah, yang melawan insomnia saat tengah malam. Saat suara hati nurani berkata.... "Selooooow...... just do it and pass it, You'll be the next master" (kata anak2 gaul itu woles ;p).

Yahh, pada akhirnya istighfar, ingat Tuhan, banyakin doa, terus usaha, dan sekarang sudah berhadapan sama skripsi :)

Suatu hari aku akan berteriak: "Kilimanjaroooooooo"
Sebagai simbol kemenangan \m/
Amin o:)


Wednesday, 9 January 2013

My first voice box :D

Selamat subuh,
selamat meliburkan kepala sejenak untuk para mahasiswa yang merem-melek untuk memulai skripsi, dan untuk para pekerja yang menunggu pagi datang untuk kerja lagi.

Baru aja habis nongkrong bentar sama orang gila, teman bodok @oliesapoetra. Nah gak sengaja di kafe itu dikasih dengar salah satu karya orang yang suka ngerekam curhatannya dia ke soundcloud.com. Tapi gak tau sih, apa nama akunnya., langsung dengerin aja tadi. Wehehehe.
Kreatif. Even agak melow plus galauer banget sih. Tapi, I think that's fine, karena tiap orang punya caranya sendiri untuk berekspresi :D
Nah bisa jadi cara berekspresi seperti itu mampu meng-inspirasi orang lain, gak jauh2, ya saya sekarang. Hahaha. Jadi pengen tau, gimana sih, ngerekam suara sendiri, monolog, cerita tentang hal2 umum, soal kehidupan :D
Biasanya, para pemantau blog pake mata buat menikmati isi tulisan yang ada, tapi kali ini, buatlah telinga anda peka untuk mendengar pesan berikut ini. wehehehe.

Judulnya "A New Man" B-)

Monday, 17 December 2012

In memorial: Burung Hantu hinggap di jendela

"Ada burung hantu di jendela!"
"Hah serius? Gede gak? Datang darimana?"
"Nggak. Bohong. Lagi lebai aja."
"-____-"

(Tak sempat aku menguraikan kata-kata excited untuk dialog pembuka di atas)
Hai, selamat sore, selamat meringis untuk para anak kos yang tidak punya uang. Sebenarnya saya lagi nyinggung diri sendiri yang lagi sekarat sendirian di kamar.
Dua hari ini keadaan tidak menyenangkan, pinggang terasa mau rontok. dengan hal-hal yang 'hampir habis'.
Yah, uang di dompet yang tinggal selembar warna hijau muda, pulsa yang gak cukup walaupun cuma buat perpanjang paket bb harian, paket modem yang juga akan say goodbye ntar malam (kalo nyampe malam), kopi, susu, air galon, yang juga nunggu giliran ninggalin gue! ah. Ya, dan masih ada proyek translasi yang belum kelar sampe bab 11, jadi saya tak akan dibayar.

Hmmm... daripada terus menerus memikirkan masalah pribadi yang berentet gak penting (walau rada genting), mending saya post a writing. Halah. Apasih.

Aku suka burung hantu. Itu mengingatkan masa kecilku yang dulu pernah punya anak burung hantu yang dibawakan Abah entah darimana (gak nanya, taunya senang aja dapat hewan baru). Aku gak punya kandang khusus, cuma kutaruh dalam keranjang mainan yang ada penutupnya. Karena ukurannya kecil, dan juga gak terlalu agresif. Unyu banget dah. Si kecil itu tidur waktu siang, dan bisa melompat-lompat bebas di dapur waktu malam, tapi tetap dibawah pengawasan ortu alias aku sendiri (supaya gak hilang, hehehe). Dia sedikit lebih besar dibanding anak ayam. Tapi lebih lucu dibanding anak ayam. Hehehehe. Nyesal banget dulu gak ngerti punya peliharan unik gitu. Dia mati gara-gara aku kasih makan udang dan semangka dalam sehari. Gak tau, mungkin zat dikedua makanan itu bisa jadi racun dalam perutnya :( Sedih kalo ingat itu. Yah, kalo sekarang gak mungkin lagi buat pelihara sejenis burung, ideologi telah berubah. Wehehehe.

Aku kangen rumah, dan kamarku yang sederhana. Aku mau mencoret jendela lagi. Terus apa hubungannya sama burung hantu?? Nah, itulah yang aku buat.
Entah sudah berapa bulan, aku meninggalkan draft burung hantu itu di jendela kamar.
Awalnya, aku cuma iseng beli cat stereoform dan tinta cina di toko ATK dekat kos (lapar mata gak penting). Nah, rencana buat bikin 'bunga-bunga' simple di dinding kamar kos. Tapi karena menghormati pemilik rumah yang saya tumpangi, niat itu saya urungkan. Saya bawa pulang cat dan tinta cina itu ke rumah di Balikpapan. Dan akhirnya inilah yang terjadi, my random access memory did everything possible to prevent saturation :D


Gak tau harus dinamai apa. Hanya untuk mengenang masa lalu :P

Peliharaanku dulu, kira-kira serupa yang bergantung terbalik itu :DD

Udah. itu aja untuk sore ini. Aku mau makan kuaci. Wehehehe

 

Thursday, 13 December 2012

Flood was not a big deal, cos I'm missing the rain

Suatu siang, di perjalanan pulang ke Balikpapan...
Hari itu aku berangkat setelah hujan reda. Tapi, seperti biasanya, masalah yang terjadi adalah genangan air banjir yang tidak segera surut walaupun hujan telah berhenti.
Itulah fenomena kota ini, banjir dan jalan becek-basah hampir di setiap jalan utama yang sering dilewati.


Tapi, siang menuju sore itu, terasa sedikit berbeda. Aku tidak melihat hujan dan banjir sebagai masalah yang benar-benar berarti. Yah, kenyataannya, perspektifku bilang: it's not a big deal.

Aku duduk di dalam angkot yang bergerak lambat karena macet, oleh kendaraan lain, tentunya juga oleh kondisi jalan yang sedang tidak bersahabat. Dan sekarang aku di Jalan Pangeran Antasari. Mungkin salah satu titik rendah yang rawan banjir di Samarinda. Saat hujan datang dan turun deras, seringnya jalan ini tergenang air yang kuning itu.

Yang membuatku sedikit tersentuh adalah anak-anak yang berlarian di tepi jalan, menikmati rintikan hujan yang tersisa dan bermain riang dengan air tanah yang meluap. Bahagia yang terlihat di wajah mereka. Teriakan gembira, dan lari-lari kecil yang tampak menyenangkan. Aku tersenyum dan mengambil handphoneku untuk memotret moment sederhana itu.

 Aku bertanya pada diriku sendiri: Kapan kita bisa kembali seperti itu? Tak peduli apapun masalah yang terjadi di perkotaan, atau persoalan yang menunggu dan harus diselesaikan dengan serius. Kapan kita bisa bermain dengan hujan tanpa berpikir akan demam atau sakit kepala? Kapan lagi kita bisa berbasah-basahan tanpa takut masuk angin atau harus mencuci pakaian lengkap yang kuyup oleh hujan? Kapan kita bisa menikmatinya lagi dengan rasa senang, dengan rasa bebas tanpa beban?

Hmmmm..... aku merindukan hujan dan banjir kecil. Merindukan gemericik air karena langkahku yang bersemangat. Aku merindukan saat-saat alam melepas semua beban dari kepalaku.
Tapi, aku belum punya kesempatan lagi untuk benar-benar bisa menikmati hujan, berbasah-basahan bersama langit dan berlari riang di bawahnya.

Saturday, 24 November 2012

When love kills love

Akhir November dengan langit yang tetap kelabu...
Aku sedang berpikir, mengapa orang sangat mudah menjadi seorang pembohong dan merugikan orang lain?
Mengapa mereka bermain dengan perasaan dan dengan mudah melepaskan perasaan? Mereka memberi salam dengan cinta...

Hmmm... Aku memang tidak pernah mengerti tentang cinta. Tidak pernah benar-benar mengerti.
Kata-kata cinta itu hanya pemanis ketika aku menulis tentang perasaan. Tapi sebenarnya, aku tidak pernah tahu seperti apa dirinya. Aku pun ragu apakah aku benar-benar pernah mencintai seseorang? Sepertinya tidak.

Karena terlalu banyak kebohongan yang terjadi sampai hari ini, aku berpikir cinta itu sangat sakral. Aku mohon jangan gunakan dia untuk ego dan emosi kita yang lemah. Jangan bawa-bawa dia ketika kamu tersenyum padaku, menyanyikan lagu merdu ataupun mengatakan rindu yang tak pernah aku tahu itu benar atau tidak.

Kasian Cinta... kini dia hanya menjadi sebuah riasan komersil untuk emosi manusia-manusia yang mudah datang dan pergi, menjual kesedihannya.

Maafkan aku cinta, aku tidak pernah bisa menjadi dirimu seutuhnya. Aku tidak pernah bisa membawamu menjadi bagian dariku. Aku tidak bisa mengagungkan namamu, dan mengucapmu dikala aku bahagia.
Ak kecewa wahai cinta, tidakkah mereka melihat betapa sucinya engkau, dan dengan mudah mereka menukarmu dengan perasaanku yang penuh tanda tanya. Aku tidak pernah percaya, Hai Cinta.
Maafkan aku. Kita tidak akan pernah menjadi teman. Karena mereka, membuatku takut sekedar untuk mengenalmu.

Maafkan aku, karena sering menduga kau yang datang. Namun ternyata itu hanya bayangan liar dikala gelap malam datang mengusik sepi.

Oh cinta, tetaplah engkau di tahtamu. Jangan datang lagi padaku. Aku tidak akan bisa membuatmu sempurna seperti sebelumnya engkau. Jangan merayuku dengan sinar mata yang menyentuh, seolah menyentuh.
Karena aku lemah. Aku tak suka digoda. Aku tidak bisa kau percaya.
Cinta, tetaplah menjadi dirimu yang tinggi, yang bertudung dibawah misteri. Tetaplah sempurna dan maafkanlah mereka, maafkan aku.


Friday, 23 November 2012

English Poem: I feel you, Johanna

Inspired: Sweeny Todd, a film in 2007 by Tim Burton,
starring: Johny Depp & Helena Bonham Carter

Saturday, 10 November 2012

Molly Hopper, the girl who counted

Dedicated for Molly Hopper, a character in white costume.
(Re-write from my twitter account)


Setiap orang punya tempat untuk meluap sesaat.
Ketika kamu yang menampungnya, jangan gunakan hati, maklumi saja.
Aku sering menjadi penampung itu. Tak apa
Tapi, ketika aku yang meluap. Aku tak akan mencari sembarang tempat.
Tempat yang terhitung. Terhitung.


Molly.. Aku mengingatmu. Yah, mungkin aku hanyalah seorang yang umum pada akhirnya. Mayoritas.
Tulisan ini untuk Molly, salah satu orang di depan layar, yang permainannya tak terlihat. Hampir tidak sama sekali.

Dia orang yg memperhatikan, melihat, menolong, dan bertanya. Dia menghitung.
Tapi diantara pemain-pemain utama, tak ada yg melihat Molly sebagai sosok penting. Ahahaha... padahal dia cukup pintar.

Molly, aku tahu lima menit kemunculanmu membuatku berpikir, apa istimewanya orang-orang yg kamu hitung itu?

Aku mencoba masuk ke kepala Molly dan mendapati sebuah pikiran naif yang polos. Entah polos atau tulus, aku sudah tidak bisa membedakan.

Kenapa kamu menghitung Molly? Kenapa kamu sambut ketika mereka datang? Kenapa kamu siap ketika mereka pergi dan meninggalkanmu? Kenapa sosokmu hanya terlihat sejenak diantara panjangnya durasi waktu? Dan mengapa mereka tidak menganggapmu penting? Padahal kamu bilang 'jika butuh sesuatu carilah aku, apapun'. Molly.. Apakah kau tulus? Mencoba menikmati peran?

Aku melihatmu Molly... Apapun yang kamu maksudkan. Aku melihatmu, dan kamu terhitung. Sisi manusiawiku mengatakan ketulusan tentangmu.

Tulus itu jujur, dekat dengan naif dan dekat dengan rasa sakit. Hampir setiap orang mengalaminya. Itu umum. Itu yg membuatmu tidak menjadi pemeran utama. Tidak penting.
Dan pada akhirnya tidak terhitung. 

Itulah Molly, yang membuatku menulis sambil membuat cappucino yang terasa lebih manis malam ini.
Selamat malam Molly, terima kasih telah menjadi subjekku. Selamat bermalam di laboratorium.

Friday, 9 November 2012

RPP SMK Kelas XII Bahasa Inggris: Refleksi Mahasiswa PPL

Selamat sore,

Alhamdulillah, tidak terasa sudah masuk bulan ketiga saya menjalani Praktek Pengalaman Lapangan (PPL). Yah, kewajiban yang harus dipenuhi sebagai salah satu syarat agar bisa lulus kuliah keguruan.
Sebelumnya saya belum pernah punya pengalaman ngajar, informal pun tidak. Pernah pun, cuma yang namanya microteaching. Wehehehe ;p (Where's my art teaching?! x_x')

Dan benar, yang namanya PPL, ya cari pengalaman. Bener deh! Peng-alam-an. Nano-nano rasanya ngajar anak2 ABG. Saya 'lucky' mengajar anak-anak SMK. Sekolah ini lebih ke manajemen daripada teknik. Cuma ada 2 jurusan teknik disana, Teknik Komputer Jaringan dan Multimedia. Dan lagi, 'lucky' mengajar 6 kelas yang semuanya kelas XII.

PPL menuntut mahasiswa untuk bisa 'menyeimbangkan diri' yaitu, selain bisa mengajar sebagai guru yang profesional aka menguasai materi,  seorang guru PPL juga harus bisa 'menguasai kelas' alias bersahabat dengan para murid.

Yah, di kota-kota besar yang terdapat banyak universitas dan jurusan FKIP membuat para anak sekolahan (SMP, SMA /SMK, Madrasah) sudah terbiasa dengan kehadiran guru-guru muda alias mahasiswa PPL di sekolah mereka. And what's the effect? Ya, mereka gak harus bilang WOW gitu kalo mahasiswa yang ngajar -__-"

Pada kenyataannya, itu adalah tantangan mental, ketika anak-anak sekolah merasa sebagai tuan rumah atau penguasa di Sekolah. Akibatnya, apresiasi mereka terhadap orang yang juga masih belajar alias guru PPL cenderung kurang. Apalagi semakin tinggi kelasnya, semakinlah mereka ingin diakui dan dianggap lebih. Sebagian dari mereka sulit sekali diatur, dan lagi mereka akan semakin benci ketika diancam hukuman atau sejenisnya. Fiuuuh... That's the risk. That's the challenge.

But that's still human being. Untuk seumuran mereka itu wajar. Walaupun kadang, kita sebagai orang yang lebih dewasa menganggap itu sebagai sesuatu yang labil, kasarnya ya kurang ajar. But, back to our responsibiltiy as a teacher, we can't be a kids hater for along time, we have to listen what their comments, give them feed back, guide them, teach them step by step, being friend, and make a comfort situation in the class. Yeah, you know, it's to get some experiences yet. Flexibility is really important. But the rules, still cover on it.

Untuk mahasiswa-mahasiswa selanjutnya yang akan melaksanakan PPL, Good Luck aja. Pastinya bakal banyak cerita dari pengalaman mengajar di Sekolah. Beda murid, beda karakter, beda cara menyikapi :)
Dan untuk membantu mengurangi beban mental karena menghadapi situasi kelas XII, silahkan download contoh RPP Bahasa Inggris untuk kelas XII. Semoga bermanfaat :)


Friday, 2 November 2012

Who You Are


Cerpen: Kereta untuk Karen

Selamat sore,

Terima kasih untuk mata-mata yang telah melihat blog ini dan mungkin membaca postingnya sampai entry terdahulu. wehehehe :)

Otakku sedang buruk dan tidak bisa diajak serius untuk mengerjakan tugas-tugas keguruan.
Aku sedang tidak ingin berdiskusi tentang RPP, atau memeriksa tugas para murid.

Hmmm... sore ini aku punya sebuah cerita pendek. About a boy and a girl. Karena banyak yang menikah bulan ini, jadi aku ingin sedikit menulis tentang itu. But still, it's not a love story, and it's not a story of love. It's only about a boy and girl... That's it. Just think it's only a fiction to entertain me in this evening. I will talk in Bahasa to make it easy ;p

------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Apakah pertemuan itu sebuah kebetulan? atau kebanyakan pertemuan itu hanya sebuah kebetulan? atau setiap pertemuan itu punya alasan, tujuan, atau cerita sesudahnya?
Inilah pertemuan tanpa tujuan yang meninggalkan cerita sesudahnya.

Aku Karen. Saat itu usiaku 17 tahun. Aku suka punya banyak teman dan berkenalan dengan banyak orang.
Aku tidak bersekolah seperti layaknya anak-anak lain di usiaku. Aku bekerja di sebuah instansi keluarga yang cukup ternama. Apa pekerjaanku? itu tidak penting. Yang pasti, aku bukan seorang buruh kasar.

Sebagai seseoang yang senang bersosialisasi, aku sering bertemu orang baru, sebagian mereka ku anggap orang-orang yang punya nama dan jabatan, sebagian lagi adalah orang seperti aku.

Hari itu, sore sekitar pukul 5 PM, aku berdiri di depan kantorku menunggu kedatangannya, seorang kenalan dari Perusahaan tetangga. Dari pengakuannya, dia sudah memperhatikanku cukup lama, tapi aku tak menganggap itu caranya untuk menggoda. Dia lelaki sopan, dan dewasa, menurutku. Usianya 5 tahun diatasku.

Hari tu hari pertama kami berjabat tangan, hingga akhirnya ia menjadi bagian dari ceritaku sampai hari ini. Hari dimana aku merasa sedang buruk.
Lima tahun berlalu dan ku anggap dia sebagai orang lain yang posisnya penting untukku. Bukan tentang karir atau uang, ini tentang hubungan manusiawi.
Aku duduk di kereta sambil memikirkan semua yang pernah aku lewati bersamanya, semua hal kecil itu. 
Aku sedang buruk, dan aku tahu dia baik. Dia sangat baik dan kini mempunyai kehidupan baru.
Aku tau bagaimana proses itu berlangsung, sama halnya dengan karirku yang semakin berkembang dan mengharuskanku sering bepergian keluar kota. Sama halnya seperti ketika aku lebih memilih naik kereta, dibanding mobil pribadi dengan supir yang disediakan perusahaanku. Sama halnya seperti mengapa aku tidak bersekolah formal dan aku tidak merasa buruk.

Sore ini, aku pulang untuk mengucapkan selamat. Aku bahagia, aku tenang akhirnya ia berhasil menaklukkan gadis yang bertahun-tahun ia ceritakan itu. Tapi aku merasa buruk, bukan karena migrain yang kambuh karena tumpukkan pekerjaan semalam, tapi karena aku merasa ini terjadi begitu cepat, seperti laju kereta yang tidak bisa menghentikkan migrainku.

Dia orang yang mengajakku bicara tentang Tuhan, walau tidak menjadi seorang imam di atas mimbar.
Aku tidur di kamarnya, aku mengenal semilir angin yang melewati jendela dan dapur di rumah itu, aku mengenal keluarganya.

Tapi aku tidak jatuh cinta. Sama sekali. Dulu.
Aku hanya berpikir dia seseorang yang baik. Dia seorang teman, saudara lelaki yang baik. Urusanku sering menjadi urusannya. Dia sering membantuku menyelesaikan masalah, terlebih menjadi pendengar ketika aku merasa buntu. Aku tenang kemanapun jika dengannya. Aku aman.

Sekarang aku sendiri di atas tempat duduk yang tidak begitu nyaman, bergerak dari kota padat ini untuk menghadiri resepsinya. Aku bergumam kecil dalam hati; 'Aku tidak jatuh cinta dulu, mungkin itu sebabnya aku merasa buruk'. Aku tidak pernah jatuh cinta. Waktu-waktu yang kami habiskan dulu, sebagai teman, saudara, adik dan kakak, semuanya... hanya tidak akan ada lagi. Aku mungkin kehilangannya, kehilangan seorang teman baik yang mulai merajut kebahagiaannya sekarang, dan aku tersenyum. Tak terasa air mataku mengalir, tersapu angin seraya doaku untuk kebahagiaan mereka selamanya.

Aku hanya kehilangan seorang teman baik, dan tak ada orang seperti itu semenjak perkenalanku dengan banyak orang yang sudah kutemui. Hanya itu.

- Kereta, 03 Maret 2009 -
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------

Shoes and Couple